Marabahan – Humas. Konferensi
Ulama Internasional yang bertajuk Bela Negara hasilkan 15 konsensus (kesepakatan)
ulama terkait bela negara dan berbagai problem dunia Islam.
Kegiatan yang dilaksanakan di kota
Batik (Pekalongan) Rabu-Jumat (27-29/7/16), ditutup oleh pidato Syekh Muhammad
bin Muhammad Rajab Deeb (Syiria) pada Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat.
Dalam pidatonya, Syekh Rajab mengusulkan penambahan satu poin konsensus, yaitu
memberdayakan peran perempuan di segala lini kehidupan. Karena dia memandang
perempuan juga unsur penting dalam upaya bela negara. Lagi pula menurutnya,
Islam tidak pernah mendiskriminasi perempuan di atas laki-laki.
Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kemenag) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Dr. H. Ahmadi H. Syukran Nafis, MM saat
menghadiri acara mengatakan, Konferensi Internasional Bela
Negara ini digagas Jammiyah Ahlith Thoriqoh al-Mutabaroh An-Nahdliyah (Jatman)
membahas tiga aspek utama. Aspek-aspek tersebut di antaranya akidah, ekonomi,
dan pendidikan.
Ada 15 konsensus hasil Konferensi Ulama Internasional di Pekalongan yang
disusun oleh sekitar 69 ulama dan intelektual dari 40 negara, salah satunya
adalah Ajaran Islam yang lurus dengan nilai-nilai keimanan dan moral merupakan
jaminan satu-satunya dan merupakan tameng yang kokoh untuk keselamatan negara
dan kebahagian manusia dimana di dalamnya terdapat pendidikan yang berlandaskan
kepada ketuhanan yang mengajarkan keadilan menuju kepada kebenaran dan
membawa kita kepada jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT.
Sementara ulama asal Syiria Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuni. Dalam sambutannya
menyampaikan bahwa konferensi telah berlangsung dengan sejumlah sidang
pembahasan secara ilmiah dan dialog, di mana telah dibahas pentingnya bela
negara, melindungi negara dan mengembangkan negara serta menjaga stabilitas dan
pertumbuhannya.
“Juga penting hidup rukun di seluruh negara-negara peserta serta pentingnya
menyebarluaskan rasa cinta perdamaian, kerja sama, saling bahu-membahu atas
dasar fiqih dan legalitas agama kita yang berlandasakan kepada teks-teks agama
Islam yang hanif dan ajaran-ajarannya dari para ulama salafus sholeh,” urai
ulama yang menjabat Mufti Damaskus ini. (Ref : Masgun / Ft : Nandar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar