Sabtu, 01 Oktober 2016

Kekeliruan Menyambut Tahun Baru Hijriah

Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.
Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”[1]
Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”[2]
Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.  Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.
Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”[3]
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”
Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”[4]
Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)
Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[5]
Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.[6]
Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullah mengatakan, ”Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ’Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ’Baitullah’ (rumah Allah) atau ’Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah, sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Muharram. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”[7]
Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi, ”Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?”
Beliau rahimahullah menjawab, ”Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah, pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Dan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta’ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram).[8]
Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ’Iroqiy di atas, jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.
Menyambut Tahun Baru Hijriyah
Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan?
Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.[10]
Sejauh yang kami tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.
Amalan Keliru dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah
Amalan Pertama: Do’a awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.
Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.[11]
Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun
Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.
مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الحِجَّةِ ، وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ المُحَرَّمِ فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ المَاضِيَةَ بِصَوْمٍ ، وَافْتَتَحَ السَّنَةُ المُسْتَقْبِلَةُ بِصَوْمٍ ، جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةٌ خَمْسِيْنَ سَنَةً
“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta’ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”
Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas:
Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (181)  mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya –Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits.Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu’ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.[12]
Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.
Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[13]
Penutup
Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.
Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.[14]
Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”[15]
Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Jumat, 30 September 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau

Sabtu, 1 Oktober 2016, 04:03

Bupati Edy Pratowo Sambut Kedatangan Jamaah Haji


Bupati H. Edy Pratowo tengah menyalami jamaah haji saat penyambutan di halaman Kantor Bupati Pulang Pisau, Jum'at (30/9).

Pulang Pisau (Inmas) Setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji dan menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju tanah air, akhirnya 32 jamaah haji kabupaten Pulang Pisau tiba kembali di kota Pulang Pisau, Jumat (30/9). Kedatangan para tamu Allah itu disambut langsung oleh Bupati H. Edy Pratowo.
Sebelumnya, jamaah haji harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Palangka Raya menuju Pulang Pisau setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan proses lainnya di asrama haji Al Mabrur Palangka Raya. Mereka mendarat di bandara Syamsudinnor Banjarmasin pada Kamis (29/9) pukul 23.45 waktu setempat, dan diterbangkan kembali menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pada Jumat (30/9) sekitar pukul 01.15 WIB.
Saat menyambut kedatangan jamaah haji, H. Edy Pratowo mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Handep Hapakat. H. Edy Pratowo mengaku bahagia karena seluruh jamaah haji Pulang Pisau kembali dalam jumlah yang utuh.
"Selamat datang kembali di Bumi Handep Hapakat, dan selamat bertemu kembali dengan keluarga dan kerabat," ucap H. Edy Pratowo yang kala itu didampingi Kakankemenag H. Abd. Khalik dan sejumlah pejabat lainnya.
Setelah berjuang sekuat tenaga menjalankan rangkaian ibadah haji di tanah suci Mekah, para jamaah terlihat datang dalam kondisi sehat meskipun sebagian diantaranya tengah sakit flu dan batuk, dikarenakan perubahan cuaca. Meski begitu, terdapat pula jamaah yang saat keberangkatan harus menggunakan korsi roda, ternyata saat kepulangan sudah mampu berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain. (Mardi)

Rabu, 28 September 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau


Rabu, 28 September 2016, 17:34

H. Ardiansyah Minta Pegawai Kemenag Untuk Saling Mengingatkan




Pulang Pisau (Inmas) Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau H. Ardiansyah meminta seluruh pegawai Kementerian Agama di kabupaten setempat untuk saling mengingatkan satu sama lain. Hal itu penting agar tercipta sistem kontrol yang berasal dari semua pihak.
Menurut H. Ardiansyah, menjalankan tugas dan fungsi sebuah lembaga memerlukan kerja sama dan solidaritas dari semua pihak. Salah satu bentuk kerja sama dan solidaritas itu adalah saling mengingatkan.
"Karena yang bisa melihat kesalahan seseorang adalah orang lain. Saling mengingatkan itu sangat penting," tegas H. Ardiansyah, Selasa (27/9).
Pejabat, staf, atau bahkan penjaga malam dan tenaga kebersihan memiliki peran yang saling berkaitan. Seluruh elemen tersebut harus memiliki irama yang sama dalam mewujudkan kinerja terbaik. Koordinasi dan kerja sama yang bagus di antara seluruh komponen harus terus ditingkatkan.
"Kita tidak akan mampu melakukan perbaikan jika mengabaikan kerja sama, dan jika kita mampu saling mengingatkan, maka dengan sendirinya kinerja kita akan semakin baik," ujar H. Ardiansyah.
Berkaitan dengan kinerja pegawai pada Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau, H. Ardiansayah mengatakan, sejauh ini seluruh pegawai sudah menunjukkan kinerja yang bagus. Namun hal itu harus terus dievaluasi secara rutin agar ada progress positif di antara para pegawai.
"Evaluasi sangat penting agar para pegawai bisa mengikuti perkembangan atas penilaian kinerjanya," kata H. Ardiansyah. (Mardi)

Selasa, 27 September 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau

Selasa, 27 September 2016, 16:48

Selasa, 27 September 2016, 16:48

Pegawai Kankemenag Pulang Pisau Diminta Terus Tingkatkan Kinerja



Puluhan pejabat dan pegawai tengah mengikuti pembinaan di aula Kankemenag Pulang Pisau, Selasa (27/9).

Pulang Pisau (Inmas) Pegawai Kementerian Agama di kabupaten Pulang Pisau diminta untuk terus meningkatkan kinerjanya. Saat ini, kinerja Kankemenag di wilayah yang berjuluk Bumi Handep Hapakat tersebut telah menujukkan hasil memuaskan, namun harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Permintaan itu terlontar dalam pembinaan pegawai yang diikuti oleh 51 peserta, Selasa (27/9). Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Kalimantan Tengah, H. Masrawan di depan kepala madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama, penyuluh, penghulu dan pengawas pendidikan, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja. Apalagi Kankemenag Pulang Pisau menjadi salah satu pilot project zona integritas.
"Mari bersama-sama terus menerus meningkatkan kinerja kita masing-masing. Pengawasan dan pembinaan semacam ini harus menjadi momentum bagi pegawai untuk meningatkan kinerjanya," tegas H. Masrawan.
Dikatakan mantan Kakankemenag Pulang Pisau ini, semua pegawai berkewajiban mewujudkan zona integritas. Program tersebut hanya akan terlaksana apabila semua bergerak dalam semangat yang sama, yakni semangat melayani masyarakat dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
"Seluruh pegawai pada Kementerian Agama harus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," bebernya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau H. Abd. Khalik. Dikatakannya, perubahan positif menuju arah yang lebih baik harus selalu diupayakan secara maksimal, sehingga kepercayaan yang diberikan kepada Kemenag Kabupaten Pulang Pisau tidak sia-sia.
"Saya berusaha agar seluruh pegawai dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan lebih baik," ucap H. Abd. Khalik. (Mardi)

Minggu, 11 September 2016

H. Sofiansyah menyampaikan khutbah wukuf di Arafah
H. Sofiansyah, petugas haji dari Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kab. Kutai Timur Kloter 12 pada Minggu (11/09) memimpin langsungnya khutbah pada waktu wukuf di Arafah dengan suasana yang mengharukan di antara jama’ah-jama’ah haji yang mendengarkannya.

Dalam khutbahnya, H. Sofiansyah menyampaikan bahwa “wukuf arafah merupakan tempat dimana seorang jama’ah haji akan dilantik menjadi haji yang mabrur, dimana segala rangkaian ibadah selama menunaikan ibadah haji diterima dan kembali menjadi insan yang  fitrah”.

“Rasulullah SAW, bersabda yang artinya “Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga”. Oleh karenanya, menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan Ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan membaja yang mau menyambut panggilanNya”.

“Wukuf di padang Arafah merupakan gambaran dari sebuah kejadian besar yang akan dialami oleh seluruh umat manusia setelah dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat nanti, yakni dikumpulkannya seluruh manusia di padang Mahsyar untuk mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatan yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia ini”.

“Pelaksanaan wukuf mengingatkan kepada kita akan hari kebangkitan itu. Ini merupakan kejadian yang maha dahsyat yang akan dihadapi oleh seluruh umat manusia setelah melalui tidur panjang dari kehidupan yang sebelumnya mereka jalani di dunia ini untuk mempertanggung-jawabkan sekecil apapun amal perbuatan yang telah dilakukan selama ini, amal perbuatan yang baik maupun amal perbuatan yang buruk”.

“Pada puncak haji ini, wukuf dapat dijadikan sebuah implementasi kita untuk kembali kepada Allah SWT seraya memohon ampunanNya atas segala perbuatan-perbuatan dosa yang selama ini kita lakukan, karena sebagai manusia biasa, setiap hari baik di sadari maupun tanpa disadari, kita selalu berbuat kesalahan dan menjadikan sebagai pendosa”.


“Di tempat ini, jadikan sebagai wadah untuk perenungan dan tafakkur dalam usaha pencarian kebenaran, hidayah, ampunan dan makrifatullah. Selain itu sebagai introspeksi kejiwaan dan ruhaniyah dalam perjalanan mengenal diri yang pada akhirnya akan mengantarkan kita mampu mengenal Allah SWT”.

Arafah adalah AnugerahNya, janjiNya, AmpunanNya, JaminanNya. Wujud nyata kasih sayangNya Untuk seluruh umat KekasihNya. Bersuci, hadapkan jasad sepenuh jiwa bersimpuh kehadiratNya, raihlah keagungan dengan ikhtiar bermuhasabah agar semua mendapatkan berkahNya. (fds)

Kamis, 08 September 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau


Kamis, 8 September 2016, 18:47
Pusdiklat Kemenag Lakukan Uji Sampel di Pulang Pisau
Pertemuan antara Kasubbag TU Kankemenag Pulang Pisau H. Ardiansyah dengan Pusdiklat Kementerian Agama, Selasa (6/9).

Pulang Pisau (Inmas) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI pada Selasa (6/9) berkunjung ke Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau. Pusdiklat Kementerian Agama yang diwakili oleh Fauzan melakukan uji sampel atas kualitas guru mata pelajaran dan madrasah di kabupaten Pulang Pisau.
Saat menerima Fauzan, Kasubbag Tata Usaha H. Ardiansyah menuturkan, Kankemenag Pulang Pisau akan memfasilitasi Pusdiklat Kementerian Agama dalam mengumpulkan data yang diperlukan.
"Kami telah menghubungi guru mata pelajaran dan madrasah yang dijadikan sampel," ujar H. Ardiansyah.
Sementara itu, Fauzan menjelaskan, uji sampel tersebut diharapkan bisa mengukur kualitas dan keberadaan guru di daerah. Riset yang dilakukan merupakan kerja sama Pusdiklat Kementerian Agama RI dengan Universitas Islam Negeri (UIN) untuk mengukur keberadaan dan kemampuan guru, berdasarkan kemampuan profesi, kompetensi, kualifikasi, dan kesadaran berdasarkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
"Dengan kegiatan ini kami ingi mengetahui apakah guru di daerah mencukupi, jika tidak maka itu adalah kewajiban pemerintah pusat untuk mencukupinya," beber Fauzan.
Kabupaten Pulang Pisau dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena dipandang cukup layak berdasarkan letak geografis dan tingkat kesulitan akses ke daerah yang dijadikan sasaran.
"MAN Pulang Pisau, MAN Maliku, MTsN Kahayan Hilir, MTs Annur, MTsN Maliku, MIN Tingang Menteng, MIN Maliku, MI Annur Handep Hapakat, MI Al-Muhajirin, serta 36 orang guru dilibatkan dalam uji sampel tersebut," jelas staf Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Pulang Pisau, Purnamawati. (Mardi)

Rabu, 07 September 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau

Rabu, 7 September 2016, 13:08

FKUB Ajak Masyarakat Kahayan Tengah Jaga Kerukunan

FKUB kabupaten Pulang Pisau menggelar dialog kerukunan umat beragama di Kahayan Tengah, Rabu (7/9).

Pulang Pisau (Inmas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Pulang Pisau pada Rabu (7/9) menggelar dialog kerukunan umat beragama di kecamatan Kahayan Tengah. Di depan 50 peserta dialog, FKUB mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama.

Pengurus FKUB kabupaten Pulang Pisau, Nasrun Rambe mengatakan, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keragaman dalam banyak hal. Dan sampai saat ini, keragaman tersebut menjadi modal pemersatu bangsa Indonesia.

"Keragaman tersebut juga kita alami di kabupaten Pulang Pisau, termasuk di kecamatan Kahayan Tengah. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaganya," kata Nasrun Rambe.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Pulang Pisau, Hairul Anwar dalam dialog itu mengingatkan pentingnya interaksi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pemerintah, menurut Hairul Anwar, terus mendorong pembentukan masyarakat yang taat beragama, maju, sejahtera, cerdas dan saling menghormati dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

Pada kegiatan yang sama, Camat Kahayan Tengah Leting S menyambut baik adanya pelaksanaan dialog yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama kabupaten Pulang Pisau tersebut. Dia berharap dialog tersebut menjadi bentuk pembinaan kepada masyarakat secara berkala untuk terus memupuk semangat kerukunan umat bergaama.

"Penting bagi kita semua untuk memahami dan mengerti betapa kayanya bangsa Indonesia, dan memahami betapa perbedaan itu adalah kekayaan yang tidak di miliki oleh bangsa lain. Kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam melaksanakan pembangunan," tegas Leting. (Mardi)


Kamis, 01 September 2016

Rombongan Calhaj Kutai Timur Napak Tilas di Makkah
Sembari menunggu puncak haji di Armina nanti, rombongan calon haji dari Kab. Kutai Timur yang tergabung dalam kloter 12 melakukan napak tilas pada Rabu (31/08) waktu setempat dengan dipandu oleh Mutawwib, Ustadz H. Khaidar dan kawan-kawan yang bermukim di Makkah al Mukarrahmah.
Para rombongan sendiri diantar menggunakan 3 unit Bus Shalawat yang sudah disiapkan oleh panitia menuju tempat-tempat bersejarah di Makkah, antara lain di Jabal Rahmah, Jabal Nur, Padang Arafah, Mina dan Muzdalifah kemudian berakhir di Museum Haramain Makkah.
Dalam laporan dari Petugas Haji Daerah, Huzaini mengatakan “seluruh jama’ah dari Kutai Timur ketika berkunjung ke beberapa tempat tampak dalam keadaan sehat wal’afiat. Meskipun keadaan cuaca cukup panas, tak mengurangi semangat untuk berkunjung ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah bagi umat Muslim di dunia”.

Senada dengan petugas haji daerah, Ismail Tanda Rocak salah satu rombongan calhaj Kutai Timur yang turut serta dalam rombongan “tampak begitu takjub akan tempat-tempat yang dikunjunginya tersebut. Tak terhingga bagaimana perjuangan para Nabi-nabi Allah dalam menjalankan dakwah dan perintah dari Allah SWT kepada umat-umat pada zamannya”.
“Di Armina (Arafah dan Mina), seluruh rombongan calhaj pun melakukan survei dimana lokasi ketika wukuf kemudian melihat dari jauh terowongan mina dan tempat melontar jumrah nantinya. Semoga pada saat tiba waktunya, kami semua dalam keadaan sehat dan diberikan kemudahan dari Allah SWT”. Harapnya. (fds)

Rabu, 31 Agustus 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau

Rabu, 31 Agustus 2016, 11:21

Gali Informasi, Anggota Polda Kalteng Sambangi Kankemenag

Suasana pertemuan antara anggota Dit Intelkam Polda Kalimantan Tengah bersama Kankemenag Pulang Pisau, Selasa (30/8).

Pulang Pisau (Inmas) Sejumlah anggota Dit Intelkam Polda Kalimantan Tengah menyambangi Kantor Kementerian Agama kabupaten Puang Pisau, Selasa (30/8). Kedatangan mereka dalam rangka menggali informasi terkait kemungkinan keberadaan kelompok yang berpotensi meresahkan masyarakat di Bumi Handep Hapakat.
Dalam pertemuannya bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Ardiansyah dan Kepala Seksi Bimas Islam Hairul Anwar, salah satu anggota Dit Intelkam Hengki. F mengatakan, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah senantiasa melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan instansi pemerintah guna mendapatkan informasi berkenaan dengan keberadaan kelompok atau ormas tertentu yang berpotensi menimbulkan keresahan.
"Kami berharap apa yang kami lakukan dengan bertemu Kankemenag Pulang Pisau bisa menginventarisir berbagai kemungkinan-kemungkinan," kata Hengki.
Menanggapi hal itu, H. Ardiansayah menuturkan, Kankemenag Pulang Pisau selalu siap bekerja sama dengan pihak kepolisian sebagai kontrol dan memberikan informasi serta penjelasan tentang keberadaan kelompok-kelompok pengajian, yang dianggap menyalahi dari pemahaman aqidah yang sesungguhnya, yang berpotensi menimbulkan reaksi negatif di kalangan masyarakat, sehingga bisa memicu terjadinya konflik.
"Kankemenag Pulang Pisau akan selalu terbuka memberikan informasi dan bekerja sama dengan pihak berwajib jika menemukan atau mendapatkan informasi berkenaan dengan kelompok yang mengarah kepada radikalisme," tegas H. Ardiansyah. (Mardi)

Selasa, 30 Agustus 2016



Peserta Sosialisasi Haji Sangat Antusias


Marabahan Humas. Peserta Sosialisai Haji Sangat Antusias mengikuti jalannya acara Sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jejangkit, Selasa (30/08/16).
Antusiasme peserta begitu luar biasa dalam mengikuti sesi demi sesi pada kegiatan tersebut, karena sebagian besar peserta merasa semua materi perhajian itu merupakan khasanah pengetahuan yang baru. Hal tersebut terlihat ketika sesi diskusi baik kegiatan pertama dan kedua yang mana suasana forum diskusi begitu sangat hidup dengan sanggahan dan tanggapan dari peserta diskusi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Dr.H.Ahmadi H. Syukran, MM mewanti-wanti kepada peserta bahwa permasalahan haji begitu kompleks dari tahun ke tahun, oleh karena itu dibutuhkan strategi dan kerja keras dari semua pihak agar dapat meminimalisir permasalahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Berikan pelayanan terbaik bagi Calon Jamaah Haji (CJH) dengan mengutamakan kepentingan jamaah, kata Ka.Kemenag.
Sementara Kepala KUA Kecamatan Jejangkit, Muhammad Rasyidi, S.Ag, M.HI mengatakan, jumlah peserta ada 20 orang, semua warga Kecamatan Jejangkit dan narasumber dari Kemenag Batola. (Ref/Ft:Masgun)
https://kalsel.kemenag.go.id/berita/399181/peserta-sosialisasi-haji-sangat-antusias

Senin, 29 Agustus 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau

Senin, 29 Agustus 2016, 15:14
Calon Haji Pulang Pisau Dalam Kondisi Sehat
 

Sebagian jamaah haji asal Kalimantan Tengah saat berada di Arab Saudi.

Pulang Pisau (Inmas) Sebanyak 31 calon haji kabupaten Pulang Pisau dikabarkan dalam kondisi sehat. Bersama jamaah haji dari kabupaten lainnya yang tergabung dalam kelompok terbang 13, mereka telah menjalani sejumlah rangkaian ibadah, termasuk shalat arbain.
Informasi yang didapat Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau dari Kasi Sistem Informasi Haji Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah, H. Masgi menyebutkan, jamaah haji kloter 13 pada Minggu (28/8) sekitar pukul 02.00 WAS telah melaksanakan shalat arba'in.
"Alhamdulillah jamaah Pulang Pisau sehat," ujar H. Masgi.
Meski begitu, lanjut H. Masgi, terdapat satu jamaah haji Kalimantan Tengah yang wafat di Arab Saudi. Kemudian, terdapat jamaah haji Kotawaringin Timur yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) atas nama Rasmiah, dan satu jamaah asal Seruyan sedang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atas nama Sukini.
Menanggapi informasi tersebut, Kakankemenag Pulang Pisau H. Abd. Khalik merasa bersyukur. Dia berharap seluruh jama'ah Pulang Pisau dan dari provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan, sehingga dapat menyelesaikan seluruh rangkaian dan prosesi ibadah haji dengan tuntas, dan kembali dalam keadaan sehat, serta menjadi haji yang mabrur. (Mardi)

Minggu, 28 Agustus 2016

Habar Kemenag Pulang Pisau



Sabtu, 27 Agustus 2016, 17:24
Kankemenag Pulang Pisau Bakal Panggil 16 Guru Madrasah, Ada Apa?
Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau, H. Abd. Khalik.

Pulang Pisau (Inmas) Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau bakal memanggil 16 guru madrasah di kabupaten setempat. Mereka adalah guru yang berstatus PNS dan mengajar di madrasah swasta.
Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau, H. Abd. Khalik mengatakan, berdasarkan hasil inventarsasi yang dilakukan Seksi Pendidikan Islam, terdapat 16 guru negeri yang saat ini bertugas di madrasah swasta. Belasan "Oemar Bakri" itu akan dihadirkan ke Kankemenag Pulang Pisau untuk menindaklanjuti masalah pembayaran uang makan.
"Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2016 tentang pemberian uang makan bagi pegawai aparatur sipil negara disebutkan pada Bab II pasal 3 disebutkan bahwa pegawai negeri yang bekerja atau diperbantukan pada instansi non pemerintah tidak dapat diberikan uang makan," ujar H. Abd. Khalik, Jumat (26/8).
Sementara itu, pelaksana pada Seksi Pendidikan Islam Purnamawati mengatakan, pemanggilan tersebut diharapkan bisa menghasilkan solusi terbaik bagi para guru. Implementasi PMK 72/2016 akan berimbas pada banyak hal, diantaranya berkenaan dengan data sertifikasi yang berkaitan langsung dengan jam mengajar para guru.
"Selain itu, jika semua guru yang mengajar pada madrasah swasta dipindah karena alasan untuk mendapatkan hak uang makan, maka akan terjadi kekosongan guru pada madrasah swasta tersebut, yang berimplikasi pada kualitas pendidikan di beberapa wilayah di kabupaten Pulang Pisau," papar Purnamawati. (Mardi)

Sabtu, 27 Agustus 2016

 Calhaj Kloter 12 Tiba Tepat Waktu

Kelompok terbang (Kloter) 12 dari gelombang kedua telah mendarat di Bandara International King Abdul Aziz, Jeddah dengan keadaan selamat. Sesuai jadwal dari rencana perjalanan, rombongan tiba tepat pada pukul 18.30 waktu setempat.

Dalam laporan dari petugas haji daerah (via Whatsapp), Huzaini menerangkan bahwa para jama’ah calon haji tiba di Jeddah setelah menempuh perjalanan udara dari Embarkasi Balikpapan dan transit di Kota Padang, selanjutnya menuju Jeddah.

Ketika tiba, para jama’ah calhaj sebagian tampak kelelahan karena harus melakukan perjalanan yang cukup jauh. Namun, kesigapan tim kesehatan yang sedari sebelumnya sudah berada dengan satu rombongan, maka para jama’ah yang mengalami kondisi badan kelelahan dapat berangsur-angsur membaik.

Setelah menunggu di ruang tunggu bandara, rombongan jama’ah calhaj Kloter 12 kemudian menuju pemondokan yang sudah disediakan di kota Makkah. Pemondokan sendiri berada di sektor 2 Mahbas Jin dengan Arkan Bakkah Hotel sebagai tempat penginapan selama di Makkah.

Adapun jarak tempuh dari hotel tempat menginap menuju Masjidil Haram berjarak 4,4 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 9 menit (berdasarkan pantauan dari Google Maps), dengan menggunakan Bus Sholawat yang stand by selama 24 jam dengan jumlah halte dan terminal transitnya 5 tempat di sekitar sektor tersebut.

Selain itu, berdasarkan laporan dari H. Sofiansyah, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) seluruh jama’ah kloter 12, yakni Kab. Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan di tambah dari Kota Samarinda baru saja menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram dengan lancar dan sesuai jadwal yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemenag RI. Terangnya.

Saat ini, di sekitar pemondokan wilayah Sektor 2 Mahbas Jin cuaca berada di kisaran 45% celcius dan tampak di luar pemondokan/hotel, badai debu tengah menerjang dengan siklus yang sedang. Para jama’ah yang tidak ada kepentingan atau hal yang tidak mendesak dihimbau agar tidak bepergian keluar terlebih dulu. (fds)



Jumat, 26 Agustus 2016

Habar Kemenag Pulpis



Jumat, 26 Agustus 2016, 17:39
H. Abd. Khalik Undang Kamad Bahas Nasib Guru
Kakankemenag Pulang Pisau H. Abd. Khalik (paling kiri) bertemu sejumlah kepala madrasah untuk membahas nasib guru terkait uang makan.
Pulang Pisau (Inmas) Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau telah menerima salinan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Uang Makan Bagi Aparatur Sipil Negara. Dalam aturan tersebut, setiap instansi pemerintahan dilarang membayar uang makan kepada ASN yang diperbantukan di luar instansi non pemerintah.
Untuk membahas nasib guru terkait implementasi regulasi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau H. Abd. Khalik memanggil beberapa kepala madrasah (Kamad), Jum'at (26/8). Dikatakan H. Abd. Khalik, dirinya masih belum bisa memahami sepenuhnya penerapan peraturan tersebut, khususnya bagi guru yang mengajar pada madrasah swasta.
"Namun sebagai langkah aman, kami akan menghentikan pembayaran uang makan bagi guru PNS yang mengajar di madrasah swasta," jelas H. Abd. Khalik.
Agar para guru tidak dirugikan, Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau bakal mengambil dua langkah. Pertama, akan dilakukan penataan ulang guru PNS yang mengajar di madrasah swasta. Mereka akan dipindahkan ke madrasah negeri agar bisa tetap mendapatkan uang makan.
Disadari H. Abd. Khalik, langkah pertama ini akan berisiko mengurangi jumlah guru di madrasah swasta. Hal itu karena selama ini madrasah swasta masih mengandalkan guru PNS yang ditempatkan di madrasah swasta tersebut.
"Bisa jadi akan ada kendala lagi terkait pembelajaran di madrasah swasta apabila jumlah gurunya berkurang akibat penerapan langkah pertama ini," ujarnya.
Langkah kedua, lanjut H. Abd. Khalik, Kankemenag Pulang Pisau akan menanyakan kepada setiap guru PNS yang ditugaskan di madrasah swasta apakah bersedia tidak mendapatkan uang makan apabila tetap ditempatkan di madrasah swasta. Apabila guru yang bersangkutan bersedia mengajar tanpa mendapatkan hak uang makan, maka Kankemenag Pulang Pisau tidak akan melakukan pemindahan.
"Kedua langkah kami ini memiliki konsekuensi masing-masing. Kami berharap pemerintah pusat bisa mengambil kebijakan pengecualian bagi madrasah swasta yang berada di daerah," ucap H. Abd. Khalik. (Mardi)

Kamis, 25 Agustus 2016

Calhaj Kutai Timur : Perjalanan Suci Meraih Kesempurnaan Ibadah

Tepat pada pukul 11.15 Wita, jum’at (26/08) seluruh calhaj Kutai Timur yang tergabung dalam kloter 12 bersama-sama dengan rombongan dari calhaj Kab. Berau, Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan bertolak menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4112, seluruh calhaj kloter 12 tampak terlihat dari raut wajah mereka tidak mengalami keletihan, setelah sehari sebelumnya telah beristirahat di asrama haji dan melakukan pemeriksaan kesehatan kembali oleh tim medis setempat.

Ketua Kloter 12, H. Yarkani melaporkan “seluruh jama’ah pada kloter berjumlah 324 orang dan semua tampak begitu semangat ketika para rombongan diarahkan untuk menaiki bus yang mengantar kami ke Bandara Internasional Sultan Adji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan kemudian diarahkan untuk memasuki pesawat yang sudah siap mengantar kami”.

“Perjalanan sendiri diperkirakan akan menempuh waktu kurang lebih 10 jam dengan nantinya akan transit di kota Padang dan selanjutnya langsung ke Jeddah. Sedangkan seluruh petugas tim baik pembimbing ibadah, kesehatan dan petugas dari daerah sejak di asrama terus membantu kesiapan para calhaj hingga mengurus administrasi di bandara”.

Sedangkan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), H. Sofiansyah “dengan mengharapkan doa dari sanak keluarga di daerah, memohonkan agar dalam perjalanan dan tiba di tanah suci dalam keadaan sehat kemudian dapat melaksanakan rangkaian-rangkaian rukun dan sunah ibadah haji tanpa kendala hingga tuntas dan kembali ke tanah air dengan keadaan sehat dan selamat serta menjadi haji yang mabrur”.

Akhirnya, “Labbaik Allahumma Labbaik, Aku memenuhi panggilanMu ya Allah”. Atas nama pemerintah daerah, Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama, masyarakat Kutai Timur dan terkhusus keluarga para calhaj mengucapkan selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji 1437 H, “Haji yang mabrur tidak ada balasan lain kecuali surga”. (fds)
Kamis, 25 Agustus 2016, 23:17

H.Samsudin: ZI Langkah Konkrit Basmi Korupsi di Kementerian Agama


Sampit (Inmas) Guna meningkatkan komitmen Kementerian Agama terhadap Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai implementasi 5 nilai budaya kerja, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melalui Subbag Ortala dan Kepegawaian menggelar Sosialisasi Zona Integritas Tahun 2016.


Pada sosialisasi itu, Kankemenag Kotim mengutus lima perwakilan untuk mengikuti Sosialisasi Zona Integritas lingkungan Kanwil Kemenag Kalteng, yang terdiri dari Kepala Kantor H. Samsudin, Kepala Subbag Tata Usaha H. Zainuddin, Fungsional Umum pada Kepegawaian Tiariyanto, Kepala MAN Sampit Idris dan Waka Humas MTsN Sampit Sri Agustini. Kegiatannya sendiri dipusatkan di Ballroom Aquarius boutique hotel Palangka Raya yang direncanakan akan digelar selama tiga hari dari tanggal 21-23 Agustus 2016.


Kakankemenag Kotim H.Samsudin, S.Pd.I mengatakan sosialisasi itu merupakan langkah konkrit komitmen Kemenag terhadap reformasi birokrasi sebagai pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.


"Harapannya dengan sosialisasi ini, khususnya bagi sakter kami bisa melakukan perubahan positif di semua aspek, baik dari penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan pelayanan publik", ucapnya.


Dikatakan Kakankemenag, hal itu bisa tercapai apabila mindset dan culturset revolusi mental setiap SDM bisa berkomitmen bersama-sama pada kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas yang muaranya berakhir pada kerja nyata bersih melayani. (ty)


Keberangkatan Calhaj Kutai Timur Diiringi Gema Takbir Illahi

Pemerintah Daerah Kab. Kutai Timur pada Rabu (24/08) malam hari memberangkatkan calon jama’ah hajinya sebanyak 133 orang melalui embarkasi haji Balikpapan melalui jalur darat dari kota Sangatta.

Tepat pada pukul 11.00 Wita, rombongan calhaj diberangkatkan melalui 4 buah Bus yang sudah dipersiapkan oleh pihak panitia daerah yang bekerjasama dengan kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur.

Rombongan calhaj sendiri, selepas sholat Isya, sudah berkumpul di Masjid Agung Bukit Pelangi dan didampingi oleh sanak keluarga dan handai taulan masing-masing. Ini terlihat dari banyaknya kerumuman para pengantar yang berada di halaman masjid maupun di dalam area sholat berjama’ah.

Pemberangkatan sendiri dihadiri langsung oleh Asisten Bupati Bidang Kesra, H. Mugeni dan dengan diiringi lantunan Gema Takbir Illahi, rombongan calhaj perlahan-lahan meninggalkan area sholat berjama’ah di dalam Masjid Agung menuju parkiran guna memasuki masing-masing Bus yang telah disiapkan.

Nampak, para pengantar yang hadir melambaikan tangan mereka dan tak ketinggalan pula isak tangis haru mengiringi keberangkatan calon-calon tamu Allah ini menuju tanah suci guna menunaikan rukun Islam yang kelima, ibadah haji di Makkah al Mukarrahmah.

Sebelumnya, pelepasan sendiri sudah dilaksanakan pada 1 hari sebelumnya pada Selasa (23/08) oleh Bupati, H. Ismunandar. Beliau sempat berpesan “agar semua yang berangkat pada tahun ini patut mensyukuri kesempatan berangkat untuk ibadah haji yang telah diberikan. Untuk itu bupati berpesan agar semua calhaj dapat saling menjaga, tidak membiarkan saudaranya berpergian sendiri. Jika sempat saat di Arafah, doakan masyarakat Kutim agar suasana semakin kondusif dan diberi kemudahan dalam mencapai kesejahteraan yang dicita-citakan”. Pintanya. (fds)

Habar Kemenag

Kamis, 25 Agustus 2016, 10:27

H. Abd. Khalik Minta Jajarannya Siap Hadapi Perubahan

Hamdani tengah mengikuti diklat calon penghulu di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin.

Pulang Pisau (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau H. Abd. Khalik mengatakan, aparatur pemerintah harus bersifat dinamis dan mampu bergerak mengikuti perubahan. Misalnya ada perubahan aturan berkenaan dengan tugas dan fungsi pegawai yang bertujuan untuk mengikuti situasi dan keadaan masyarakat yang semakin maju, maka hal itu harus dihadapi dan dijalani.
Hal itu dikatakan H. Abd. Khalik di ruang kerjanya, Rabu (24/8). Agar siap menghadapi perubahan, setiap pegawai Kementerian Agama harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan individu.
"Misalnya saat ini kami mengirimkan dua orang pegawai untuk mengikuti diklat kepenghuluan yang diselenggarakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan di Banjarbaru. Pengiriman ini adalah bagian dari persiapan kami menghadapi perubahan regulasi dan tuntutan masyarakat dalam hal pelayanan nikah," ujarnya.
Diklat tersebut, lanjut H. Abd. Khalik, diharapkan bisa membentuk dua pegawai Kankemenag Pulang Pisau yang dikirimkan untuk menjadi pribadi yang memahami seluruh mekanisme dalam pelayanan nikah. Di tempat yang berbeda, Hamdani, salah satu pegawai Kankemenag Pulang Pisau yang dikirimkan dalam diklat tersebut mengatakan kesiapan dirinya jika suatu saat dipercayakan mengemban tugas sebagai penghulu.
"Saya siap jika suatu saat tenaga saya dibutuhkan untuk memberikan pelayanan secara khusus berkenaan dengan pelayanan nikah," ucap Hamdani. (Mardi)

Habar Kemenag

Rabu, 24 Agustus 2016, 15:10

Kankemenag Pulang Pisau Lakukan Evaluasi Tim Zona Integritas

Rapat tim zona integritas Kankemenag kabupaten Pulang Pisau, Rabu (24/8), membahas sejumlah hal terkait pilot project zona integritas.

Pulang Pisau (Inmas) Untuk melihat sejauh mana capaian hasil tim zona integritas, Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau menggelar rapat evaluasi pada Rabu (24/8). Rapat tersebut sebagai tindak lanjut atas hasil sosialisasi zona integritas yang dilaksanakan di Palangka Raya pada 21 23 Agustus kemarin.
Kakankemenag H. Abd. Khalik yang langsung memimpin rapat evaluasi mengatakan, seluruh sistem dan mekanisme dalam menjalankan zona integritas sebagai pilot project harus sesuai dengan Peraturan Menteri Pendaya Gunaan Aparatur Negara Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas.
"Dan kita harus pastikan bahwa apa yang dilakukan di Kantor Kemenag Pulang Pisau sesuai dengan aturan tersebut," tegas H. Abd. Khalik.
Ditambahkan H. Abd. Khalik, penataan kinerja, manajemen perubahan, penataan tata laksana sumber daya manusia, penataan pengawasan, serta penataan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada integritas para pejabat dan ASN di pada unit kerja masing-masing merupakan bagian yang harus dilaksanakan dalam program zona integritas. Tim zona integritas Kantor Kementerian Agama kabupaten Pulang Pisau diharapkan bisa memetakan implementasi atas poin pelaksanaan pilot project tersebut.
"Semangat kita dalam zona integritas ini adalah semangat memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama," tegas H. Abd. Khalik. (Mardi)

Sabtu, 20 Agustus 2016

Tinjauan Irjen Kemenag RI Pada Pembangunan KUA

Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur merupakan salah satu diantara yang dipercaya untuk menerima bantuan proyek berupa pembangunan rehab untuk Gedung Balai Nikah dan Kantor Urusan Agama yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2016, tepatnya di Kec. Muara Wahau, Muara Bengkal dan Muara Ancalong.

Untuk mengetahui hasil perkembangan hasil pembangunan tersebut, tim dari Inspektorat Jenderal Kemenag RI pada 10 hingga 13 Agustus lalu melakukan monitoring dan evaluasi pada KUA yang berlokasi di 3 kecamatan tersebut.

Tim Irjen yang terdiri dari Abdul Hamid dan Soni Dede pun langsung menuju lokasi yang dimaksud didampingi Kepala Kemenag, H. Fahmi Rasyad dan Pengelola Program Anggaran, Komaruddin Dhukri dengan tujuan pertama adalah pada KUA Kec. Muara Wahau dan disusul di Kec. Muara Bengkal serta Muara Ancalong pada esok harinya.

Dalam tinjauan di Kec. Muara Wahau, pembangunan tercatat dalam realisasi fisik sebesar 31,98% dari rencana mingguan sebesar 38,25% dengan pelaksana yang dipercayakan pada CV. Zhafira Pratama dan sebagai konsultan pengawas CV. Vinudut de Engineering Consultant.

Untuk bangunan di Kec. Muara Bengkal, pembangunan realisasi fisik sudah mencapai 50,16% dari rencana mingguannya 18,36%. Adapun pelaksananya adalah CV. Alif Putra Pratama sebagai dan konsultan pengawas CV. CV. Epsilon Consulindo.

Sedangkan di Kec. Muara Bengkal, bangunan fisik sudah terealisasi pekerjaannya sebesar 16,05% dari rencana mingguannya 40,07% (minus). Hal ini dikarenakan adanya konflik internal antara penyedia dengan pekerja di lapangan. Sebagai tindak lanjutnya dilakukan teguran terhadap penyedia melalui pengawas proyeknya yakni CV. Analisa Teknik dan CV. Sukses Bersama sebagai pelaksana.

Adapun anggaran dari KUA di tiga kecamatan tersebut masing-masing adalah Rp. 811.656.000,- untuk KUA Kec. Muara Wahau, Rp. 811.656.000,- untuk KUA Kec. Muara Bengkal dan Rp. 1. 649.443.000,- untuk KUA Muara Ancalong, yang semuanya merupakan anggaran dari Sukuk atau SBSN Kementerian Keuangan dan sesuai dengan hasil trilateral meeting yang dilaksanakan di Kementerian PPN/Bappenas tahun 2015 lalu. (fds)

Kamis, 18 Agustus 2016

Verifikasi Persyaratan Pendirian Madrasah

Kasi Pendidikan Islam, Huzaini bersama Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur, Armiansyah serta tim pelaksana pada Kamis (18/08) melakukan peninjauan langsung terhadap kelayakan pendirian Madrasah Ibtidaiyah Hifdzul Qur’an Sangatta.

Di bawah yayasan Pesantren Ilmu Al Qur’an, pendirian madrasah ini telah memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan sebagaimana surat permohonan yang telah masuk di Kantor Kemenag beberapa bulan yang lalu.

Lebih jelas Huzaini menerangkan “verifikasi lapangan ini untuk melihat sejauhmana pemenuhan persyaratan administratif, teknis dan kelayakan yang diajukan apakah telah sesuai dengan kondisi di lapangan dan verifikasi ini sendiri dilaksanakan selama 2 hari”.

“MI Hifdzul Qur’an sendiri beralamatkan di jalan Yos Sudarso 3 gang Family 4 Kec. Sangatta Utara dengan ketua pengurusnya Muhammad Syukri dan dibantu oleh Sekretaris, H. Aramsyah sebelumnya sudah mendapatkan pengesahan dari Akte Notaris setempat dengan No. AHU-0029750.AH.01.04.Tahun 2016 tanggal 26 Juli 2016”.


“Selanjutnya, berita acara dan rekomendasi ini akan disampaikan pada Kantor Wilayah Kemenag Prov. Kaltim di Samarinda untuk kemudian dirapatkan untuk pemberian izin dan kemudian Surat Keputusan Izin Operasional nantinya akan dikeluarkan”. Jelasnya. (fds)

Senin, 15 Agustus 2016

PEMANTAPAN PEMBERANGKATAN CJH

H. ARDIANSYAH KOORDINASI PEMBERANGKATAN 

H. Ardiansyah di dampingi Pelaksana PHU Kemenag Kabupaten Pulang Pisau Irnawati, hadiri rapat koordinasi dan pemantapan pemberangkatan calon jama'ah haji Kabupaten Pulang Pisau bersama jajaran Pemerintah setempat yang di hadiri langsung oleh Sekretaris Daerah H. Afiadin Husni, di ruang rapat Bupati Pulang Pisau, Selasa (16/08)

H. Ardiansyah mengatakan bahwa rapat tersebut merupakan pemantapan dan kesiapan seluruh unsur terkait, menjelang pemberangkatan calon jama'ah haji Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016.

H. Ardiansyah juga menjelaskan bahwa 1 Orang Calon Jama'ah Haji Kabupaten Pulang dipastikan batal di berngkatkan karena yang bersangkutan sampai dengan saat ini masih belum pulih dari sakit, berdasarkan keterangan ahli waris yang bersangkutan Manaf Sihari mengatakan bahwa orang tuanya masih belum pulih dari sakit yang di deritanya, oleh karena itu pihak keluarga sepakat untuk melakukan penundaan sampai dengan keadaan orang tuanya membaik.

" PHU Kemenag Kabupaten Pulang Pisau yang diwakili oleh Joko Mahing, sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga calon jama'ah tersebut, sehingga sudah bisa kita pastikan bahwa yang bersangkutan dipastikan batal berangkat tahun ini, " tegas H. Ardiansyah.(Mrd)

Gubernur Pinta Tingkatkan Gerakan Pembangunan di Kalsel

Pelaihari - Humas. Tepat pada tanggal 14 Agustus 2016 usia Provinsi Kalimantan Selatan genap 66 Tahun, dengan mengusung tema Bacangkal Maharagu Banua yang mengandung makna kita sebagai warga daerah Kalimantan Selatan harus lebih giat bekerja untuk memajukan Kalimantan Selatan, serta memelihara adat dan tradisi budaya banjar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Laut H.Bambang Alamsyah saat membacakan pidato Gubernur Kalimantan Selatan pada Apel Gabungan dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Jadi ke-66 Provinsi Kalimatan Selatan tahun 2016 di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut, Pelaihari, Senin (15/08/16).

Menurut gubernur untuk meningkatkan kinerja tersebut dapat diaktualisasikan dalam berbagai dimensi pembangunan, baik pembangunan fisik, pembangunan mental maupun pembangunan kemasyarakatan. "Makna tema tersebut memang sangat kita perlukan saat ini, cukup banyak tantangan dan persoalan daerah, yang memerlukan kacangkalan kita dalam mengatasinya," katanya.

Ditambahkan gubernur, langkah yang harus diambil sekarang mengatasi perlambatan ekonomi, permasalahan kemiskinan dan pengangguran, rendahnya kualitas SDM, degradasi kualitas dan kuantitas lingkungan hidup, termasuk juga memperbaiki pelayanan dengan pendidikan dan kesehatan.

Untuk itu Gubernur mengajak semua elemen harus kompak dan bersatu padu dalam mewujudkan hari esok yang lebih cemerlang. "Semua pihak hendaknya menyumbang sesuatu yang berguna bagi banua, sesuai dengan posisi dan kedudukannya kita masing-masing," ujar gubernur.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankememenag) Kab. Tala H. Rusmadi, S.Ag.,S.Pd.I.,MM mengatakan keberlangsungan 66 tahun berdirinya provinsi Kalimantan Selatan sudah sepatutnya disyukuri. "Pada hari ini kita menyatakan wujud kecintaan kita kepada banua kita, yakni dengan melaksanakan dan memeriahkannya," kata Ka.Kankemenag.

Ka.Kankemenag mengungkapkan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan serta pemerintah Kabupaten/Kota dan DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pemerintah yang baik, bersih dan bebas korupsi.

"Mari kita bersama-sama dukung dan melaksanakan pemerintahan untuk Kalsel yang lebih baik," ajaknya usai apel yang dilaksanakan bersama-sama dihadiri Wakil Bupati Tanah Laut, Ketua DPRD, Sekda, FKPD, dan seluruh SKPD dilingkup Pemkab Tala. (Rep: Jumiati/ Ft: Dhodo)

Minggu, 14 Agustus 2016

Semangat Ajar Guru, Motivasi Pembelajaran

Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat guru tersebut, tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran di kelas. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat terbawa emosi jika anak didik mereka sering berlaku tidak tertib.

Huzaini, Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Kutai Timur ketika ditemui di ruang kerja “mengharapkan kepada seluruh dewan guru yang bertugas dimana saja agar guru selain harus bersikap baik dan mampu memberi semangat serta motivasi di tempat mereka mengajar kepada anak didiknya”.

“Sebagai seorang guru, hendaknya mampu meningkatkan motivasi belajar di kelas, motivasi belajar anak didik dapat tumbuh dengan baik, jika guru berusaha memberikan pemahaman bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kebutuhan bagi mereka, dengan belajar, maka apa yang dicita-citakan akan tercapai. Selain itu, dapat memberikan suasana yang nyaman dan kondusif, sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara murid dengan guru dan tercipta perasaan suka terhadap pelajaran yang disampaikan”.

“Semangat pembelajaran dari guru tentu menjadi sebuah motivasi pembelajaran di kelas dan menjadi nilai lebih bagi anak didik asal seorang guru dapat memberikan metode pembalajaran yang kreatif dan menyenangkan tanpa membuat jenuh anak didik ketika berada di dalam kelas”.

Motivasi belajar sangat penting peranannya bagi anak didik, dengan motivasi tentu akan semangat dalam kegiatan pembelajaran dapat tercapai tujuan sesuai yang diharapkan dan anak didik secara pelan akan mengerti akan makna akan pentingnya bersekolah dan dapat menghormati tugas dan kewajiban mengajar guru.


Karenanya, guru mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan motivasi belajar, guru hendaknya merancang berbagai strategi dan membuat pembelajaran semenarik mungkin, agar anak didik semangat dalam mengikuti pemnbelajaran. (fds)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Guru PAK Harus Menjadi Teladan

Nilai pendidikan pada hakikatnya merupakan sebagai upaya untuk meningkatkan dan melahirkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan ditopang oleh iman dan ketaqwaan.

Dalam mendukung upaya sebagaimana dimaksud, para guru harus memiliki jiwa keteladanan bagi anak didik mereka. Konsep 5 budaya kerja Kementerian Agama RI merupakan dasar dalam melaksanakan tugas mulia itu.

H. Abdul Majid sebagai Plh. Kepala Kemenag Kab. Kutai Timur dalam arahannya ketika membuka kegiatan Peningkatan Kinerja Guru Agama Kristen di Hotel Kutai Permai, Jum’at (12/08) lalu, mengatakan, “nilai-nilai budaya kerja Kemenag merupakan suatu landasan pacu seorang aparatur negara, baik yang bertugas di kantor maupun yang bertugas sebagai seorang guru”.

“Saat ini di berbagai media telah kita ketahui bagaimana perkembangan dunia pendidikan secara umum. Ada beberapa oknum guru yang ketika menjalankan tugas mereka harus menjadi korban bagi anak didik mereka. Padahal tujuan dilaksanakan pendidikan terhadap anak didik adalah terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang bermutu (PP 74/2008)”.

"Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya (Pasal 39 : 1).

Dalam mencapai tujuan tersebut, peran guru memegang tempat yang penting dalam menentukan keberhasilan. Oleh karenanya, guru-guru selain harus menjadi seorang yang profesional, nilai integritas, inovasi, tanggung jawab menjadi kekuatan tersendiri dalam mendidik anak murid di sekolah-sekolah dan yang menjadi nilai pentingnya adalah guru harus menjadi sosok teladan bagi muridnya.

Nilai 5 budaya kerja ini, diharapkan dapat tertanam pada guru-guru ketika bertugas, baik yang bertugas di madrasah maupun di sekolah-sekolah umum, baik guru yang mengajar pelajaran agama maupun non agama. Semua harus berupaya melaksanakan 5 nilai budaya kerja ini dan jadikan sebagai komitmen kita sebagai guru dan sebagai aparatur negara yang melahirkan SDM yang lebih berkualitas bagi daerah, bagi Kutai Timur. (fds)

H. MASRANI INGIN FKUB TINGKATKAN KEBERSAMAAN

Pulang Pisau (Inmas) Menjelang akhir tahun menyambut   Perayaan Natal dan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah d...