Minggu, 11 September 2016

H. Sofiansyah menyampaikan khutbah wukuf di Arafah
H. Sofiansyah, petugas haji dari Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kab. Kutai Timur Kloter 12 pada Minggu (11/09) memimpin langsungnya khutbah pada waktu wukuf di Arafah dengan suasana yang mengharukan di antara jama’ah-jama’ah haji yang mendengarkannya.

Dalam khutbahnya, H. Sofiansyah menyampaikan bahwa “wukuf arafah merupakan tempat dimana seorang jama’ah haji akan dilantik menjadi haji yang mabrur, dimana segala rangkaian ibadah selama menunaikan ibadah haji diterima dan kembali menjadi insan yang  fitrah”.

“Rasulullah SAW, bersabda yang artinya “Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga”. Oleh karenanya, menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan Ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan membaja yang mau menyambut panggilanNya”.

“Wukuf di padang Arafah merupakan gambaran dari sebuah kejadian besar yang akan dialami oleh seluruh umat manusia setelah dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat nanti, yakni dikumpulkannya seluruh manusia di padang Mahsyar untuk mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatan yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia ini”.

“Pelaksanaan wukuf mengingatkan kepada kita akan hari kebangkitan itu. Ini merupakan kejadian yang maha dahsyat yang akan dihadapi oleh seluruh umat manusia setelah melalui tidur panjang dari kehidupan yang sebelumnya mereka jalani di dunia ini untuk mempertanggung-jawabkan sekecil apapun amal perbuatan yang telah dilakukan selama ini, amal perbuatan yang baik maupun amal perbuatan yang buruk”.

“Pada puncak haji ini, wukuf dapat dijadikan sebuah implementasi kita untuk kembali kepada Allah SWT seraya memohon ampunanNya atas segala perbuatan-perbuatan dosa yang selama ini kita lakukan, karena sebagai manusia biasa, setiap hari baik di sadari maupun tanpa disadari, kita selalu berbuat kesalahan dan menjadikan sebagai pendosa”.


“Di tempat ini, jadikan sebagai wadah untuk perenungan dan tafakkur dalam usaha pencarian kebenaran, hidayah, ampunan dan makrifatullah. Selain itu sebagai introspeksi kejiwaan dan ruhaniyah dalam perjalanan mengenal diri yang pada akhirnya akan mengantarkan kita mampu mengenal Allah SWT”.

Arafah adalah AnugerahNya, janjiNya, AmpunanNya, JaminanNya. Wujud nyata kasih sayangNya Untuk seluruh umat KekasihNya. Bersuci, hadapkan jasad sepenuh jiwa bersimpuh kehadiratNya, raihlah keagungan dengan ikhtiar bermuhasabah agar semua mendapatkan berkahNya. (fds)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

H. MASRANI INGIN FKUB TINGKATKAN KEBERSAMAAN

Pulang Pisau (Inmas) Menjelang akhir tahun menyambut   Perayaan Natal dan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Tengah d...