![]() |
| H. Sofiansyah menyampaikan khutbah wukuf di Arafah |
H. Sofiansyah, petugas haji dari Pembimbing Ibadah
Haji Indonesia (TPIHI) Kab. Kutai Timur Kloter 12 pada Minggu (11/09) memimpin
langsungnya khutbah pada waktu wukuf di Arafah dengan suasana yang mengharukan
di antara jama’ah-jama’ah haji yang mendengarkannya.
Dalam khutbahnya, H. Sofiansyah menyampaikan bahwa “wukuf
arafah merupakan tempat dimana seorang jama’ah haji akan dilantik menjadi haji
yang mabrur, dimana segala rangkaian ibadah selama menunaikan ibadah haji
diterima dan kembali menjadi insan yang fitrah”.
“Rasulullah SAW, bersabda yang artinya “Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah
surga”. Oleh karenanya, menunaikan ibadah haji adalah memenuhi panggilan
Ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan membaja yang
mau menyambut panggilanNya”.
“Wukuf di padang Arafah merupakan gambaran dari
sebuah kejadian besar yang akan dialami oleh seluruh umat manusia setelah
dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat nanti, yakni dikumpulkannya seluruh
manusia di padang Mahsyar untuk mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatan
yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia ini”.
“Pelaksanaan wukuf mengingatkan kepada kita akan
hari kebangkitan itu. Ini merupakan kejadian yang maha dahsyat yang akan
dihadapi oleh seluruh umat manusia setelah melalui tidur panjang dari kehidupan
yang sebelumnya mereka jalani di dunia ini untuk mempertanggung-jawabkan
sekecil apapun amal perbuatan yang telah dilakukan selama ini, amal perbuatan
yang baik maupun amal perbuatan yang buruk”.
“Pada puncak haji ini, wukuf dapat dijadikan sebuah
implementasi kita untuk kembali kepada Allah SWT seraya memohon ampunanNya atas
segala perbuatan-perbuatan dosa yang selama ini kita lakukan, karena sebagai
manusia biasa, setiap hari baik di sadari maupun tanpa disadari, kita selalu
berbuat kesalahan dan menjadikan sebagai pendosa”.
“Di tempat ini, jadikan sebagai wadah untuk perenungan
dan tafakkur dalam usaha pencarian kebenaran, hidayah, ampunan dan makrifatullah.
Selain itu sebagai introspeksi kejiwaan dan ruhaniyah dalam perjalanan mengenal
diri yang pada akhirnya akan mengantarkan kita mampu mengenal Allah SWT”.
Arafah adalah
AnugerahNya, janjiNya, AmpunanNya, JaminanNya. Wujud nyata kasih sayangNya
Untuk seluruh umat KekasihNya. Bersuci, hadapkan jasad sepenuh jiwa bersimpuh kehadiratNya,
raihlah keagungan dengan ikhtiar bermuhasabah agar semua mendapatkan berkahNya.
(fds)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar